LAPORAN KEUANGAN PROSPEKTIF

Table of Contents

LAPORAN KEUANGAN PROSPEKTIF

LAPORAN KEUANGAN PROSPEKTIF

LAPORAN KEUANGAN PROSPEKTIF

Laporan keuangan prospektif berisi informasi keuangan yang merupakan bagian dari ramalan keuangan maupun proyeksi keuangan. Laporan keuangan prospektif digunakan baik untuk penggunaan umum atau terbatas. Penggunaan umum dari laporan keuangan prospektif mengacu pada penggunaan laporan oleh orang-orang yang tidak bernegosiasi secara langsung dengan pihak yang bertanggung jawab. Penggunaan terbatas dari laporan keuangan prospektif mengacu pada penggunaan laporan hanya oleh pihak yang bertanggung jawab dan pihak ketiga dengan siapa pihak bertanggung jawab bernegosiasi secara langsung.

PENGENDALIAN MUTU

Untuk menjaga mutu pekerjaan kantor akuntan publik (KAP), organisasi profesi mewajibkan setiap KAP untuk memiliki suatu sistem pengendalian mutu. Sebagai pedoman, organisasi profesi menetapkan sembilan elemen pengendalian mutu yang harus dipertimbangkan oleh KAP dalam menetapkan kebijakan dan prosedur untuk mendapatkan keyakinan memadai tentang kesesuaian dengan standar profesional dalam menjalankan pengauditan dan jasa akuntansi serta review.

Elemen-elemen pengendalian mutu

 

ElemenTujuanKebijakan dan Prosedur
IndependensiSemua profesional harus independen terhadap klien manakala melaksanakan jasa atestasi.Mengkomunikasikan semua aturan independensi kepada staf profesional.

Memonitor kesesuaian dengan aturan independensi.

Penetapan personil pada suatu penugasanPersonil harus memperoleh pelatihan teknis dan keahlian yang dibutuhkan sesuai dengan penugasan.Menunjuk orang yang tepat yang akan diberi penugasan.

Menetapkan bahwa dalam setiap penugasan harus ada partner tertentu yang bertanggungjawab atas penugasan yang bersangkutan.

KonsultasiPersonil harus memperoleh bantuan (jika diperlukan) dari orang yang memiliki keahlian, pertimbangan dan kewenangan yang memadai.Menunjuk orang sebagai ahli.

Menetapkan bidang-bidang dan situasi tertentu yang membutuhkan konsultasi.

SupervisiPekerjaan pada setiap tingkatan harus di supervisi untuk menjaga agar pekerjaaan benar-benar telah memenuhi standar mutu KAP.Menetapkan prosedur untuk mereview kertas kerja dan laporan.

Melaksanakan supervisi pekerjaan terus-menerus.

Pengangkatan PegawaiPegawai baru harus memiliki kualifikasi tertentu untuk dapat melakukan tugasnya secara kompeten.Membuat program pengangkatan pegawai baru pada tingkat pemula.

Menetapkan kualifikasi untuk menilai calon pegawai potensial pada setiap tingkat profesional.

Pengembangan ProfesionalPersonil harus memiliki pengetahuan yang diperlukan agar dapat memenuhi tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.Membuat program untuk mengembangkan keahlian pada bidang-bidang khusus.

Menyediakan informasi bagi para personil tentang hal-hal baru di bidang profesi.

Pengembangan KaryawanPersonil harus memiliki kualifikasi yang memungkinkan ia memenuhi tanggungjawab yang akan dibeerikan kepadanya di waktu mendatang.Menetapkan kualifikasi yang diperlukan untuk setiap tingkat tanggungjawab dalam KAP.

Melakukan evaluasi personalia secara periodik.

Penerimaan dan Keberlanjutan KlienKAP harus mengusahakan agar tidak berhubungan kerja dengan klien yang integritas manajemennya diragukan.Menetapkan kriteria untuk mengevaluasi klien baru.

Menetapkan prosedur review untuk klien lama yang akan memberi penugasan lanjutan.

InspeksiKAP harus menentukan bahwa prosedur-prosedur yang berhubungan dengan elemen-elemen lain telah diterapkan secara efektif.Merumuskan lingkup dan isi program inspeksi.

Memberikan laporan hasil inspeksi kepada tingkat manajemen yang sesuai dalam KAP.

Sumber : https://intergalactictravelbureau.com/