Masalah Pada Pengendalian Persediaan

Masalah Pada Pengendalian Persediaan

Masalah Pada Pengendalian Persediaan

Masalah Pada Pengendalian Persediaan

Masalah Pada Pengendalian Persediaan:
  1. Layout gudang tidak terorganisasi dan tidak ada standar keteraturan yang ditetapkan, sehingga menyebabkan sulit untuk menemukan barang. Hal ini selain menghambat proses produksi juga memberikan peluang terjadinya pencurian.
  2. Perhitungan fisik dengan catatan persediaan perpetual tidak direkonsiliasi dengan langsung sehingga memberi peluang terjadinya penyimpangan yang tidak terdeteksi.

 

Solusi Masalah Pengendalian Persediaan :
  1. Layout gudang diorganisasikan, dan diadakan pemisahan antara penyimpanan suku cadang, ruang wadah, area kerja produksi, dan lain lain, serta dibuatkan catatan fisik barang-barang yang ada.
  2. Antara catatan persediaan dan perhitungan fisik harus secara rutin diadakan rekonsiliasi, agar kemungkinan penyimpangan dapat diminimalisasi.

 

Masalah Pada Pengendalian Produksi
  1. Tidak memiliki sistem formal untuk evaluasi beban toko atau menelusuri arus pesanan lewat toko.
  2. Tidak memiliki sistem prioritas formal untuk menentukan barang jadi mana yang harus diserahkan ke toko.
  3. Tidak memiliki pengendalian produksi formal atas produk dalam proses.
  4. Upah tidak proporsional (200% dari harga barang)
  5. Tidak ada rincian pesanan produksi atau catatan perpetual yang dibuat untuk merekam bahan baku, tenaga kerja dan pembebanan biaya overhead ke barang dalam proses.
  6. Jam kerja pada kartu jam tidak dicocokkan dengan jam kerja pada lembar waktu.

 

Solusi Masalah Pengendalian Produksi
  1. Membuat sistem formal yang dapat digunakan untuk mengevaluasi beban toko dan menelusuri arus pesanan lewat toko.
  2. Membuat standar yang dapat digunakan untuk mengatur penilaian prioritas.
  3. Membuat pengendalian formal untuk produk dalam proses.
  4. Membuat standar baru untuk alokasi beban upah terhadap harga barang.
  5. Membuat rincian pesanan produksi atau catatan perpetual yang dibuat untuk merekam bahan baku, tenaga kerja dan pembebanan biaya overhead ke barang dalam proses.
  6. Mengadakan pengecekan kembali supaya diperoleh perhitungan gaji yang akurat.

Baca Juga :