MENYATUKAN BERBAGAI PENDEKATAN METRIK YANG BERBEDA

MENYATUKAN BERBAGAI PENDEKATAN METRIK YANG BERBEDA

MENYATUKAN BERBAGAI PENDEKATAN METRIK YANG BERBEDA

MENYATUKAN BERBAGAI PENDEKATAN METRIK YANG BERBEDA

Basili dan Zelkowitz menetapkan faktor penting yang mempengaruhi produktivitas perangkat lunak, yaitu:

Faktor manusia. Ukuran dan keahlian organisasi pengembangan.

Faktor masalah. Komperangkat lunakeksitas masalah yang dipecahkan dan jumlah perubahan dalam batasan dan persyaratan desain.

Faktor proses. Teknik analisis dan desain yang digunakan, bahasa dan peranti CASE yang tersedia dan teknik-teknik kajian.

Faktor sumber daya. Ketersediaan peranti CASE dan sumber daya perangkat keras dan perangkat lunak.

Jika salah satu faktor produktivitas tersebut diatas rata-rata untuk suatu proyek yang ditentukan, maka produktivitas pengembangan perangkat lunak akan secara signifikan lebih tinggi daripada jika faktor yang sama berada dibawah rata-rata.

METRIK UNTUK KUALITAS PERANGKAT LUNAK

Tujuan rekayasa perangkat lunak adalah untuk menghasilkan sistem, aperangkat lunakikasi, atau produk brkualitas tinggi. Untuk mencapai tujuan tersebut, perekayasa perangkat lunak harus menerapkan perangkat kerasan metode-metode yang efektif bersama-sama dengan peranti modern dalam konteks proses perangkat lunak yang matang. Sebagai tambahan, perekayasa perangkat lunak yang baik harus mengukur apakah kualitas tinggi direalisir.

Kualitas sistem, aplikasi atau produk merupakan persyaratan yang menjelaskan masalah, desain model solusi, kode yang membuat program dapat dieksekusi, dan pengujian yang menguji perangkat lunak untuk menemukan kesalahan. Perekayasa perangkat lunak yang baik menggunakan pengukuran untuk menilai kualitas model analisis dan desain, kode sumber, dan test case yang dibuat ketika perangkat lunak direkayasa.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas

Faktor-faktor kualitas yang merupakan langkah pertama dalam mengembangkan metrik-metrik untuk kualitas perangkat lunak. Faktor-faktor tersebut menilai perangkat lunak dari tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu (1) operasi produk(menggunakannya), (2) revisi produk(mengubahnya), (3) transisi produk(memodifikasinya untuk bekerja dalam lingkungan yang berbeda).

Mengukur Kualitas

Indikator berharga bagi tim proyek:

– Cara yang benar. Program harus beroperasi dengan benar. Cara yang benar adalah tigkat dimana perangkat lunak melakukan fungsi-fungsi yang ditentukan. Ukuran yang paling umum adalah cacat per KLOC, dimana cacat didefinisikan sebagai kurangnya kesesuaian(yang telah terbukti) dengan persyaratan.

– Maintanibilitas. merupakan kemudahan dimana program dapat dikoreksi jika ditemukan kesalaha, diadaptasi jika lingkungannya berubah, atau diperkuat jika pelanggan menginginkan perubahan kebutuhan. Metrik time-oriented sederhana adalah rata-rata waktu untuk berubah-ubah (MTTC), waktu yang diperlukan untuk menganalisis perubahan yang diperlukan, desain modifikasi yang tepat, mengimperangkat lunakementasikan perubahan, mengujinya, dan mendistribusikan perubahan kepada semua pemakai. Rata-rata, program yang dapat dipelihara akan mempunyai MTTC lebih rendah(untuk tipe perubahan ekivalen) daripada program yang tidak dapat dipelihara.

– Integritas. Mengukur kemampuan sistem untuk menahan serangan (baik kebetulan maupun sengaja) terhadap sekuritasnya. Serangan dapat dilakukan pada semua komponen perangkat lunak: program, data, dan dokumen.

– Untuk mengukur integritas, ada dua atribut tambahan yang harus ditentukan: ancaman dan sekuritas. Ancaman adalah probabilitas (yang dapat diestimasi atau berasal dari bukti-bukti empiris) bahwa serangan tipe tertentu akan terjadi dalam suatu periode waktu yang ditentukan. Sekuritas adalah probabilitas probabilitas (yang dapat diestimasi atau berasal dari bukti-bukti empiris) bahwa serangan tipe tertentu akan dipukul mundur. Integritas sistem kemudian ditentukan sebagai:

integritas = Σ [1-ancaman*(1-sekuritas)], dimana ancaman dan sekuritas adalah jumlah dari masing-masing jenis serangan.

– Usabilitas. Merupakan usaha untuk mengukur user-friendliness dan dapat diukur dalam empat karakteristik:

1. ketrampilan fisik dan atau intelektual untuk mempelajari sistem,

2. waktu yang diperlukan untuk menjadi cukup efisien dalam menggunakan sistem,

3. peningkatan bersih dalam produktivitas (dalam pendekatan jika sistem diganti) yang diukur ketika sistem digunakan oleh seseorang yang cukup efisien,

4. penilaian subyektif (kadang-kadang diperoleh melalui kuisioner) dari sikap pemakai terhadap sistem.

Sumber : https://furnituremebeljepara.co.id/