Penanaman Tumpangsari Padi – Jagung – Kedelai

Penanaman Tumpangsari Padi – Jagung – Kedelai

 

Penanaman Tumpangsari Padi - Jagung - Kedelai

1up-mushroom.Net – Tumpangsari merupakan salah satu bercocok tanam yang mencampur proses penanaman (polyculture), dalam suatu lahan yang sama dan waktu yang sama, hal ini di lakukan untuk mencapai produksi yang tinggi karena dengan tumpang sari tanaman pokok bisa tumbuh selayaknya pertumbuhan dan tidak terganggu oleh tanaman tumpangsarinya.

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah di lahan kering dilakukan sebelum turun hujan dengan cangkul atau garpu. Pada daerah dengan kondisi tanah ringan, pengolahan tanah cukup dengan pembajakan 1 kali dan diratakan dengan garpu satu kali. Untuk lahan sawah pengolahan tanah dengan olah tanah minimum dan tanpa olah tanah (TOT). Olah tanah minimum dilakukan setelah panen padi sawah dengan cukup membersihkan lahan dari tunggul jerami dan rumput. Selanjutnya dibuat alur bajak untuk tanam. Saluran drainase keliling lahan disiapkan. Selain itu, pada pengolahan tanah minimal atau tanpa olah tanah resiko erosi akan lebih kecil daripada yang diolah secara sempurna.

Penanaman

  1. Setelah kondisi lahan optimal, segera dilakukan penanaman benih padi dengan tugal. Jarak tanam padi gogo adalah 20 cm (antar barisan) x 10 cm (dalam barisan), sedangkan jarak tanam jagung 40 cm (antar barisan) x 12,5 cm (dalam barisan). Sedangkan jarak antara blok padi atau jagung disesuaikan dengan perhitungan populasi dan/atau disesuaikan dengan lebar combine harvester untuk mempermudahkan pada waktu pemanenan (Gambar 1).
  2. Untuk pertanaman padi gogo dilakukan lebih awal dengan selang waktu tiga minggu sebelum penanaman jagung.
  3. Penanaman benih padi sebanyak 5-7 biji per lubang, sehingga akan digunakan benih sebanyak 50 kg/ha. Penanaman benih jagung sebanyak 1 biji per lubang, sehingga akan digunakan benih sebanyak 30 kg/ha.
  4. Populasi tanaman per hektar pada sistem tumpangsari ini menggunakan populasi rapat, kurang lebih 250.000 rumpun/ha untuk padi dan 100.000 batang/ha untuk jagung.

Pemupukan

Untuk sistem Tumpangsari Padi Gogo – Jagung pemupukan menggunakan rekomendasi untuk padi gogo. sedangkan tanaman jagung memperoleh manfaat dari pemupukan padi gogo. Pupuk organik diberikan setelah tanam dengan menutup lubang tanam padi gogo dan jagung.

Pengendalian Gulma

Pengendalian gulma dapat dikombinasikan dengan herbisida dan penyiangan manual, dengan teknik sebagai berikut :

  • Penyemprotan herbisida purna tumbuh pada umur + 15 hari dengan dosis menurut petunjuk.
  • Penyiangan secara manual umur + 30 hari atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan dengan menerapkan kaidah pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT) yang meliputi pengelolaan/pemilihan varietas yang tepat, pengelolaan kultur teknis dan pengendalian biologis, sedangkan penggunaan pestisida dilaksanakan bila populasi hama melampaui batas ambang kendali.

Panen

  1. Panen dilakukan pada saat matang fisiologis yaitu untuk padi gogo bilamana 90% bulir padi telah menguning dan untuk jagung bila biji telah mengeras dan membentuk lapisan hitam 50% dan klobot sudah mengering.
  2. Panen dilakukan menggunakan power thresher atau combine harvester.
  3. Gabah dan tongkol yang dihasilkan dikeringkan dengan dryer atau dijemur hingga mencapai kadar air sekitar 14%.

Manfaat Tanaman Tumpangsari

  1. Memperoleh hasil produksi/panen yang maksimal dengan satu lahan (sempit) di karenakan dapat beberapa kali panen dengan jenis tanaman yang berbeda.
  2. Dapat memperkecil biaya tanam (menghemat biaya) dari segi pengolahan lahan/perawatan, pemupukan dan tenaga.
  3. Mendapat keuntungan lebih dari setiap tanaman karena memilki harga jual yang berbeda-beda.
  4. Dengan adanya harga jual yang saling menguntungkan (atau paling tidak menggantikan) resiko rugi dapat di tekan sekecil mungkin.
  5. Hama tanaman tidak akan menyerang tanaman utama apabila ada tanaman tumpang sari yang tidak di sukainya.
  6. Unsur hara yang di berikan dapat berfungsi maksimal karena dalam satu lahan dapat diserap oleh tanaman dengan baik tanpa ada yang terbuang.

Sumber : http://bkpsdm.pringsewukab.go.id/blog/cara-menanam-buah-naga/